Buku 45 Tahun EL79ITB

Prompt ke ChatGPT untuk blurb:
Buat blurb dengan tone playful yang membuat orang tertarik ingin membaca buku tersebut. Ringkasan isi buku seperti di bawah ini.
Buku berjudul “Masih Ada Cerita Yang Tersisa” adalah sebuah kumpulan tulisan dari para alumni Jurusan Teknik Elektro ITB Angkatan 1979. Buku ini diawali dengan tulisan-tulisan yang berupa penggalan otobiografi para alumni sejak masih kanak-kanak sampai saat mereka mendaftar kuliah di ITB, termasuk kenangan manis dan lucu selama kuliah di ITB, dan usaha gigih mereka untuk dapat lulus dari ITB.
Kemudian diikuti tulisan-tulisan yang berisi kisah ketika memasuki lapangan kerja. Mereka menceritakan telah bekerja dimana dan menangani masalah apa, serta pengalaman menarik ketika bekerja sebagai profesional.
Berikutnya berisi cerita para alumni beserta keluarganya, interaksi dengan pasangan hidup, dengan anak, cerita ketika menderita sakit, dan kisah-kisah manusiawi lainnya. Lalu diikuti dengan tulisan-tulisan yang
bersifat teknis, yang menggambarkan keahlian profesional yang dikuasai oleh masing-masing penulis.
Terakhir, ditutup dengan tulisan yang berupa hasil renungan dan refleksi akan hidup dan makna kehidupan, setelah para alumni melewati usia 60 tahun.
Renungan dan refleksi ini ada yang ditulis dalam bentuk prosa, ada pula yang berbentuk puisi.
(prompt dibuat oleh Nur Pamudji)
Blurb
Dari kepingan-kepingan masa kecil hingga petualangan seru di dunia kerja, “Masih Ada Cerita Yang Tersisa” mengajak Anda menyelam ke dalam kisah hidup para alumni Teknik Elektro ITB angkatan 1979. Buku ini lebih dari sekadar kumpulan cerita; ini adalah mosaik pengalaman yang menggambarkan kenangan manis, tawa, dan perjuangan keras selama bertahun-tahun di ITB. Setelah lulus, cerita berlanjut dengan tantangan di dunia profesional. Kisah-kisah inspiratif tentang projek projek menantang, inovasi keren, dan pelajaran dari pengalaman bekerja semuanya terekam di sini.
Tak hanya soal karier, buku ini juga membocorkan sisi personal dari para penulisnya, dari dinamika keluarga, cinta, hingga cerita haru tentang kesehatan dan kebahagiaan. Sebagai bonus, bagian teknis buku ini menyajikan pengetahuan dan keahlian profesional yang berharga, memberikan wawasan mendalam tentang dunia teknik elektro.
Ditutup dengan refleksi tentang makna hidup setelah memasuki usia senja, tulisan tulisan bijak ini akan mengajak Anda merenung dan menemukan makna baru di setiap langkah hidup. “Masih Ada Cerita Yang Tersisa” adalah perjalanan emosional dan intelektual, penuh inspirasi dan pelajaran hidup yang tak ternilai.
Siap untuk terinspirasi?
(blurb ini dibuat oleh aplikasi ChatGPT versi gratis).
Persembahan untuk guru-guru kami
di Institut Teknologi Bandung
dan kenangan tentang teman-teman kuliah
yang telah lebih dulu pergi.
45 TAHUN BERSAMA EL79-ITB:
MASIH ADA CERITA YANG TERSISA
Penulis:
Alumni Jurusan Teknik Elektro – Angkatan 1979
Institut Teknologi Bandung
@2024
Penerbit:
Alumni Jurusan Teknik Elektro – Angkatan 1979
Institut Teknologi Bandung
website: bit.ly/EL79ITB
Penyuntingan:
M. Pramono Sigit – 7379083 – sigitmps@gmail.com
Kreasi visual, pendesainan sampul dan penataan tampilan:
Andjar Firmansjah – 7379044 – andjarf@gmail.com;
Nur Pamudji – 7379022 – nurpamudji@gmail.com;
Konversi foto ke sketsa menggunakan aplikasi “Voila”.
Hak cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian
atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penulis
xviii + 443 halaman; 155 x 230 mm
Cetakan ke-1 September 2024
Terbit dalam rangka Reuni 45 Tahun EL79-ITB, 7 September 2024
Isi di luar tanggung jawab percetakan PT Tri Litho Jaya.
Prakata
Kenangan indah dapat membangkitkan perasaan hangat bagi seseorang. Sastrawan besar Prancis, Marcel Proust, membuat istilah khusus, involuntary memory, yaitu kenangan yang hadir pada diri seseorang karena pemicu khusus. Hadirnya kenangan ini bisa dipicu oleh berbagai hal. Bagi kami alumni EL79-ITB pemicu tersebut sangatlah banyak. Salah satunya adalah kejadian ketika reuni pada 2023 di kawasan Jakarta Selatan. Raga yang bugar karena banyak makan enak dan jiwa yang segar karena banyak menyanyi dan tertawa, memicu hadirnya banyak kenangan ketika 45 tahun lalu di Bandung, saat kami bersama-sama kuliah di ITB, di Jurusan Teknik Elektro, Angkatan 1979.
Ketika itulah, kami bersepakat untuk menuliskan kenangan bersama. Tentu saja agar kenangan itu langgeng dan menjadi abadi. Itulah awal dari terbitnya buku ini yang sekarang ada di tangan para pembaca. Lalu apa saja yang kami tuliskan? Tak lain adalah potongan atau bahkan rangkaian pengalaman penulis: sebelum, ketika dan selesai kuliah di Jurusan Teknik Elektro ITB. Tertuanglah akumulasi pengalaman alumni Elektro 79, setelah 45 tahun menjalaninya bersama.
Ada beragam cara bercerita yang digunakan dalam buku ini. Namun, sebagian besar penulis mengambil bentuk semacam laporan. Mungkin saja karena sudah sangat terbiasa membuat laporan praktikum selama kuliah. Laporan dari kejadian yang berlangsung puluhan tahun silam yang terpicu oleh involuntary memory dari masing-masing penulis. Penulis berada di dalam tulisan untuk menceritakan dirinya dalam berbagai kejadian yang dialami; dari satu kejadian ke kenangan di saat lain yang terkait sesuai alur cerita. Tokoh di dalam cerita adalah penulis itu sendiri. Sudut pandang bercerita yang digunakan adalah orang pertama tunggal; dengan tokoh utama aku atau saya.
Cara bercerita seperti itu sebenarnya tidak selalu mudah. Toh, ada kalanya pengalaman sudah bertumpuk, tetap saja terdapat kesulitan menuliskannya. Namun, ternyata kami bisa menghasilkan ketebalan buku lebih dari 400 halaman. Ini semua karena keterlibatan emosi dari para penulis yang mengalami sendiri kisahnya dengan kesan yang sangat mendalam ketika berjuang agar lulus seleksi masuk ITB, ketika berangkat dari kampung halaman menuju Kota Kembang, ketika berjibaku untuk mengatasi soal-soal ujian dari para dosen – doktor – profesor yang sangat mumpuni dalam keilmuannya, ketika menyusun skripsi di akhir masa perkuliahan, serta ketika para alumni berkarya dan berkeluarga.
Kita juga akan merasakan kejujuran para penulis dalam menyampaikan pengalamannya. Tidak hanya kisah keberhasilan, cerita sukses; tetapi juga pengalaman atas kekurangan penulis pun terliput di dalamnya. Sungguh semacam potret kehidupan dalam bentuk tertulis. Inilah sebuah memoar; kisah penting dari masa kehidupan penulis. Buku inilah kumpulan memoar tersebut. Selain kisah masa lalu, ada pula bentuk perenungan. Renungan tersebut ada yang ringan, ada yang sangat mendalam mencakup masa lalu dan mendatang. Tulisan-tulisan ini juga akan mengajak pembaca untuk merenungi perjalanan hidup mereka sendiri.
Tak semua pengalaman atau pandangan para penulis dalam buku ini disampaikan berupa prosa. Sebagian darinya diungkapkan dalam bentuk puisi; bahkan ada pula yang berbentuk prosa liris, artikel dan esai. Selain itu, gaya penulisan setiap penulis tetap dipertahankan. Inilah sebuah buku yang berisikan paduan antara laras bahasa sastra dan ilmiah sekaligus. Sebuah kumpulan tulisan imajinatif sekaligus kognitif yang sulit dicarikan padanannya.
Pujian dan rasa hormat sewajarnya diberikan kepada para penulis yang telah dengan penuh semangat dan antusias meluangkan waktu, menggunakan tenaga dan pikiran untuk membuka-buka kembali kenangan, melukiskan harapan dan menuliskannya. Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada rekan-rekan yang telah dengan tekun dan sabar hati turut serta dalam penyuntingan naskah, kreasi visual, pendesaian sampul dan penataan tampilan buku ini. We are the Champions.
M. Pramono Sigit
EL79ITB

Alumni Teknik Elektro
Angkatan 1979
Institut Teknologi Bandung-
Recent Posts